Menjadi Generasi Z yang Sehat
Ada istilah yang mengatakan, “nikmatilah hidupmu selagi masih muda”. Berdasar istilah tersebut, berarti anak muda diasumsikan sebagai kelompok manusia yang bisa bersenang - senang dibandingkan orang dewasa. Entah istilah tersebut yang salah atau zaman sudah berubah, rupanya kondisi psikis dan kesehatan mental anak – anak muda tidak sebaik anggapan orang – orang. Menurut penelitian American Psychological Association (APA) tahun 2018 berjudul “Stress in America: Generation Z”, anak muda usia 15 sampai 21 tahun adalah kelompok manusia dengan kondisi kesehatan mental terburuk dibandingkan dengan generasi – generasi lainnya. Berdasarkan riset kesehatan dasar yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, angka prevalensi gangguan jiwa di Indonesia, meningkat secara signifikan dari 1,7% di 2013 menjadi 7% di 2018.
Mereka adalah generasi Z, atau menurut Wikipedia sebagai
orang - orang yang lahir pada rentang tahun 1998 – 2010. Menurut penelitian
yang dilakukan APA tersebut, diperoleh hasil bahwa sebanyak 91% generasi Z
mempunyai gejala – gejala emosional maupun fisik yang berkaitan dengan stress,
seperti depresi dan gangguan kecemasan. Stres merupakan faktor terbesar
penyebab buruknya kesehatan mental generasi Z. Melihat dari fenomena sosial di
zaman sekarang terutama dunia yang berubah dengan cepat dan saling terhubung melalui
internet, potensi anak muda untuk mengalami masalah kesehatan mental cukup
besar. Jika tidak sadar akan pentingnya kesehatan mental, masa depan generasi Z
akan terancam karena bisa jadi dengan segala potensi yang dimiliki serta mimpi
yang mereka punya, bisa menjadi penghambat jika ada masalah kesehatan mental
yang tidak terselesaikan dan berlarut dalam waktu yang lama. Kalau sudah
begini, Indonesia secara pembangunan negara pu akan iut terhambat karena
generasi Z merupakan generasi penerus bangsa.
Oleh karena itu kita sebagai generasi Z harus mengetahui
bagaimana cara untuk menangani stres yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan
mental. Berikut merupakan cara – cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki
kesehatan mental:
1. Luangkan waktu untuk menikmati alam
Berada di luar ruangan dapat membantu kita melepas lelah,
menghilangkan stres dan meningkatkan kesehatan mental dalam jangka panjang.
“Cara penanganan masalah mental ini memberikan ketenangan
tersendiri” kata Beth Jonnes, seorang psikoterapis dari Amerika Serikat kepada Livestrong.
2. Tuliskan apa yang anda pikirkan
Bagi beberapa orang, menulis apa yang mereka rasakan seperti
membongkar isi pikiran dan hati. Nyatanya, hal tersebut menjadi cara yang
efektif untuk menenangkan pikiran dan mendapatkan pandangan baru terhadap
sesuatu.
3. Lebih sering tertawa
Bahkan jika hrus dipaksakan, tertawa akan membantu kita
merasa lebih baik. Sebab, tertawa melepaskan endorphin, yang memberikan rasa
tenang dan bahagia. Jika ada film atau acara komedi tertentu yang selalu
membuat kita tertawa, sangat disarankan untuk menontonnya, sampai kita merasa
lebih baik.
4. Pilih pesan yang menguatkan
Mengulangi kata di dalam kepala sepanjang hari adalah salah
satu cara paling sederhana untuk megubah pola pikir kita.
“Kuncinya adalah memilih pesan positif untuk diri sendiri,”
ujar Jones.
Tidak perlu kata – kata yang berlebihan seperti, “Saya
adalah raja”. Kita bisa memilih sesuatu yang lebih rasional seperti “Saya sudah
melakukan yang terbaik” atau “Saya sudah berusaha sungguh – sungguh”. Pilihlah
yang mendekati kondisi kita.
5. Letakkan ponsel sebelum tidur
Menggunakan ponsel sebelum tidur dapat membuat kita menjadi
sulit tidur.
“Kebiasaan ini benar – benar tidak baik untuk otak/pikiran
anda, jadi harus dihilangkan,” kata Jones.
Coba untuk melatih diri meletakkan ponsel setidaknya 1 jam
sebelum tidur. Hal ini merupakan cara yang baik untuk memastikan kita
mendapatkan tidur yang berkualitas.
6. Menyendiri Sejenak
Berlatih diam selama beberapa waktu telah terbukti
menurunkan tekanan darah dan merangsang pertumbuhan sel baru dibagian otak yang
terkait dengan belajar, mengingat dan emosi. Cobalah setidaknya seminggu sekali
menyisihkan waktu untuk sendiri, guna menyegarkan pikiran.
Jika kita kesulitan untuk melakukannya dalam kehidupan
sehari – hari, Jones menyarankan untuk bagun lebih awal, sehingga kita memiliki
waktu untuk berdiam sejenak.
7. Carilah waktu untuk mengobrol dengan orang lain
Berbicara dengan orang lain dapat membuat perasaan kita
lebih hangat, terlepas dari apa yang dibicarakan. Kita bisa sekedar berbagi
tentang apa yang dirasakan atau mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi.
8. Temui psikolog
Hal ini merupakan cara terakhir, jika hal – hal diatas tidak
bisa menangani masalah kesehatan atau ketika masalah kesehatan telah dalam
kondisi yang berbahaya. Temui psikolog dan diskusikan cara mengatasinya.
Mari kita generasi Z agar selalu memperhatikan dan menjaga
kesehatan mental kita!
Komentar
Posting Komentar